Logo Kementerian Kesehatan RI
📢 INFORMASI TERKINI:• Surat Edaran Nomor: HK.02.02/C/4022/2025 tentang Pencegahan Penularan Sertifikasi Lak Ujione Sanitasi untuk Siangan Pelayanan Penerima Gie pada Program Makan Bergizi Gratis• Buku Panduan Uji Kesehatan Neonatal (neorl)• Pedoman Nasional Peraturan Perundangan📢 INFORMASI TERKINI:• Surat Edaran Nomor: HK.02.02/C/4022/2025 tentang Pencegahan Penularan Sertifikasi Lak Ujione Sanitasi untuk Siangan Pelayanan Penerima Gie pada Program Makan Bergizi Gratis• Buku Panduan Uji Kesehatan Neonatal (neorl)• Pedoman Nasional Peraturan Perundangan
Kembali ke Daftar Rilis
[HOAKS] Vaksin Sengaja Membuat Anak Sakit demi Keuntungan
HOAKS

[HOAKS] Vaksin Sengaja Membuat Anak Sakit demi Keuntungan

27 April 2026
5,112
Tim Redaksi Kemenkes RI

Jakarta, 27 April 2026

Beredar unggahan di media sosial Instagram berisi narasi yang mengeklaim bahwa industri vaksin sengaja membuat anak-anak sakit demi meraup keuntungan miliaran dolar. Vaksinasi dini diklaim memicu berbagai penyakit seperti Attention Deficit Disorder (ADD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), asma, hingga eksim. Penyakit-penyakit ini disebut membuat anak-anak bergantung pada obat-obatan seumur hidup.

Faktanya:

Klaim tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari tempo.co, vaksinasi tidak terkait dengan ADHD, autisme, maupun eksim pada anak. Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Alergi-Imunologi Klinik Universitas Airlangga Ari Baskoro, menegaskan tidak ada penelitian yang menunjukkan vaksin meningkatkan insiden autisme dan ADHD.

Melansir dari situs medicalnewstoday.com, vaksin tidak secara langsung menyebabkan penyakit-penyakit tersebut, namun dapat memicu gejala pada mereka yang memiliki kerentanan genetik akibat respons peradangan tubuh. Warga dengan riwayat genetik rentan diimbau berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani vaksinasi.

Counter Fakta:

- Klarifikasi Tempo Cek Fakta

- Pertanyaan Alergi & Vaksin (Medical News Today)

Penulis Rilis

Tim Redaksi Kemenkes RI

Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik

Kemenkes RI - Generasi Sehat, Masa Depan Hebat